20 Apr

Inilah Mengapa Alasan Divock Origi Gagal Bersama Wolfsburg

Divock Origi gagal cemerlang bersama Wolfsburg

Diketahui bahwa Divock Origi telah menukar seragamnya dimusim ini dari Liverpool menuju Wolfsburg dengan status pinjaman. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan menit bermain dan gol-gol untuk dipertunjukkan kepada semua penggemarnya terutama Jurgen Klopp sebagai pelatih. Kenyataannya pemain timnas Belgia itu hanya bagus dibeberapa pertandingan perdananya di klub barunya namun belakangan performanya merosot dan inilah ulasan selengkapnya.

Divock Origi gagal cemerlang bersama Wolfsburg

Divock Origi gagal cemerlang bersama Wolfsburg

Origi merupakan pemain jebolan Lille yang diboyong Liverpool pada musim panas 2014 lalu dengan biaya tebusan sebesar 10 juga poundsterling. Namun saat itu Ia langsung dipinjamkan kembali menuju klub asalnya selama setahun.

Baca juga : profile terlengkap Divock Origi berikut media sosialnya

Saat ia kembali ke Inggris pada kampanye 2015 lalu  dimana striker muda tersebut berhasil mencetak sepuluh gol dalam 33 pertandingan disemua kompetisi. Dimusim keduanya ia pun mampu menyumbangkan sebelas gol dari 43 penampilan disemua kompetisi juga. Namun hal tersebut tak membuat Jurgen Klopp puas dengan performanya.

Namun di musim berikutnya Origi memutuskan untuk meninggalkan klub terutama setelah kedatangan Mohamed Salah, Dominke Solanke dan Alex Oxlade-Chamberlain di musim panas lalu.

Ia pun mampu tampil apik setelah ia mecetak empat gol dalam sembilan pertandingan perdananya di liga bahkan hampir terpilih sebagai Rookie of the Month untuk November di Bundesliga. Ia pun mengungkapkan “Saya pikir, itu adalah saya yang sedang fokus dan ingin meningkatkan diri dalam setiap pertandingan,” .

Divock Origi saat mencetak gol bersama Wolfsburg

Divock Origi saat mencetak gol bersama Wolfsburg

“Saya telah banyak menganalisis permainan saya. Saya telah mengerjakan banyak hal di lapangan dan di luar lapangan. Hanya memperhatikan detail dan pada awalnya, saya perlu beradaptasi, tetapi hasilnya telah datang dan saya Saya senang tentang itu. ”

Pada bulan November, Direktur olahraga Olaf Rebbe pun sempat memiliki rencana untuk mengubah masa depan sang pemain untuk tinggal secara permanen di akhir musim dengan mengatakan, “Ini akan lalai jika kita tidak mencoba. (Awal musim yang cemrlang ) membuat hal yang lebih sulit bagi kami. (Kami) bangga bahwa kami dapat meyakinkan Divock untuk bergabung. Dia merasa baik di sini dan kami sedang mengerjakan yang lainnya.”.

Namun, beberapa perubahan diklub, secara tidak langsung membuatnya terganggu, seperti pergantian pelatih dari Andries Jonker menjadi Martin Schmidt dan perubahan strategi serangan. Pasalnya semula ia duimainkan diposisi terpusat di lini depan namun kini ia menjadi pemain sayap seperti saat ia bermain dI Lille.

Walaupun rekannya Mario Gomez telah kembali menuju  Stuttgart pada bursa trnasfer Januari kemarin  namun tetap saja performanya gagap dimana ia hanya mampu mencetak atu gol dalam 17 pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Disinyalir kendala bahasa juga menjadi salah satu kendala mengapa sang pemain tak leluasa memanfaatkan peluang yang ada.

Mungkinkah karir Divock Origi akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya kampanye musim ini? Ataukah Wolfsburg akan mencoba menjajalnya lagi dimusim depan? Namun untuk kembali menuju Liverpool akan sulit karena saat ini Jurgen Klopp sepertinya telah nyaman tanpa kehadirannya di klub dengan pemain barunya yaitu Mohamed Salah.