11 Sep

Kasus Mafia Bola PSSI Joko Driyono Buka Suara

Kasus Mafia Bola PSSI Joko Driyono Buka Suara – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menggerakkan Joko Driyono, bekas Eksekutor Pekerjaan (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia (PSSI) sebagai terdakwa penghancuran tanda bukti berkaitan kasus mafia bola di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, menjadi wisthleblower serta justice collaborator, dengan memmbuka mulut serta menyebutkan beberapa nama yang lain disangka terjebak mafia bola.

Karena kisruhnya sepakbola indonesia Penyerang Persegres ini Kolektor Ayam Sabung untuk mengisi waktu luang.

Kasus Mafia Bola PSSI Joko Driyono Buka Suara

“Joko Driyono perlu jadi whistleblower serta justice collaborator supaya masalah mafia bola dapat dirombak sampai ke akar-akarnya. Jokdri jangan pasang tubuh sendiri untuk membuat perlindungan bos mafia bola di atasnya. Minimal ada dua profil bos mafia judi bola di atas Jokdri yang berkesan dilindunginya. Jokdri, bernyanyilah,” papar Neta S Pane di Jakarta, Senin.

Apa dua figur mafia bola itu ialah NDB serta IB, dua nama yang telah terkenal di golongan PSSI serta persepakbolaan nasional, Neta meminta supaya inisial itu tidak disebutkan. “Jangan ucap inisial dahulu. Info yang kita bisa, ke-2 bos itu sangat cemas serta lakukan lobi ke sana-sini,” kilahnya.

Karenanya, Neta menekan Unit Pekerjaan (Satgas) Antimafia Bola Polri kerja bertambah keras lagi untuk membuka keterkaitan dua bos mafia bola bandar judi online itu supaya bisa selekasnya dicheck dan dibawa ke pengadilan. “Satgas harus check mereka,” pintanya.

Joko Driyono dituduh bersama-sama sopirnya, Muhamad Mardani Morgot alias Dani, serta Mus Muliadi yang disebut office boy (OB) di PSSI sudah lakukan pemungutan tanda bukti berbentuk DVR server CCTV serta satu unit laptop brand HP Notebook 13 warna silver.

Joko Driyono dituduh merusak, menghancurkan serta hilangkan tanda bukti masalah penataan score. Jokdri dituduh menyalahi Klausal 363 ayat (1) ketiga serta ke-4 KUHP, Klausal 235 juncto Klausal 231, Klausal 55 (1) ke-1 KUHP, Klausal 235 juncto Klausal 233 junctoPasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

kasus mafia bola yang telah lama untuk ber judi bola dan bermain di agen casino yang sekarang bisa diakses disitus judi.

Mengenai enam terdakwa mafia bola di PN Banjarnegara dikenai tiga jerat klausal, yaitu klausal penipuan, klausal penyuapan, serta klausal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

7 orang itu ialah beberapa dari 17 orang yang telah diputuskan Satgas Antimafia Bola untuk terduga.

Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto disangka terjebak match fixing atas laporan bekas Manager Perseba Super Bangkalan Imron Abdul Fattah. Menurut Satgas, kasus Iwan Budianto telah naik ke step penyelidikan, tetapi yang berkaitan belum diputuskan untuk terduga sebab belum dicheck. Masalah ini disangka menyertakan bekas Manager Madura United Haruna Soemitro.

Mengenai Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria beberapa kali sudah dicheck Satgas, tetapi posisinya masih hanya saksi buat empat terduga.